Sifat Anak dilihat dari Perilaku

Kadang kita sering salah dalam penanganan anak-anak kita, mari kita kenali anak-anak kita melalui beberapa karakteristik perilaku seperti yang dikupas oleh Meuthia Z Rizki seorang motivator yang sudah malang melintang di beberapa even dan dunia maya. Rasanya perlu apalagi seperti kita yang berada didunia pendidikan dan kita yang berperan sebagai orang tua dikeluarga.

Yuk, mari kenali anak kita agar tidak salah dalam penanganannya :

  1. Anak Sending, merupakan anak yang peniru, pengingat yang baik dan sangat enerjik. Maka jaga anak sensing dari lingkungannya dan berilah ia ruang gerak karena dia suka sekali bermain yang menggunakan otot. anak yang senang tampil tapi kurang memiliki kepercayaan diri maka latih dan beri dia “panggung ” namun jangan mengkritiknya dihadapan orang jika tidak ingim membuatnya mogik tampil. Jika anak sensing melakukan kesalahan langsung saja menegurnya sebab dia tidak mempan dengan sindiran-sindiran. Jika kita berbuat salah, sensing bisa dengan mudah memaafkan tanpa sakit hati berkelanjutan.
  2. Anak Insting, tipe anak yang meledak-ledak, tapi tidak bertahan berlama-lama. Hanya spontan, walaupun begitu anak insting pecinta kedamaian dan ketenangan. Dia cenderung menghindari konflik. Anak yang simpel, sehingga tidak perlu memarahinya atau berkata-kata yang berbelit-belit, sampaikan dengan lembut maka dia akan cepat menurut. Cara belajar yang ia sukai adalah sambil……… sambil nonton TV, mendengar musik, maka biarkan saja.
  3. Anak Intuiting, tipe anak yang usil, jahil, kreatif, dan senang berimajinasi. Walaupun keperibadiannya ingin bebas tanpa diatur-atur, anak intuiting yang kemauannya abstrak dan seolah-olah punya dunia sendiri ini tetap memerlukan arahan dari orang tuanya. Jangan bawel meminta anak intuiting belajar dikamar, biarkan saja dia belajar dimana dia suka karena itu yang membuat dia nyaman.
  4. Anak Feeling, tipe anak yang empati dan senang mengobrol maka biarkan dia bergaul sejak kecil agar mengasah kecerdasan dalam memimpin. Cara belajarnya adalah berkelompok karena feeling lebih bersemangat apabila berkumpul bersama teman-temannya (ikuti les). Santai dan sering menunda-nunda hal penting, namun memarahinya malah membuatnya ngambek berkepanjangan. Berilah nasehat dengan penuh kelembutan dan gunakan cerita agar ia bisa menerima.
  5. Anak Thinking, anak yang cerdas, mandiri dan sangan bertanggungjawab. Cara belajarnya dalam suasana yang hening tanpa gangguan dari luar. Sedari kecil anak thinking memang ingin terlihat istimewa, maka jangan segan-segan memberikan recognisi atau penghargaan untuk menambah semangatnya. Jangan menasehari atau mengomeli anak thinking karena akan menanpik dengan segala macam alasan (ngeyel), ajak duduk bersama ungtuk diskusi, beri pengertian dan pemahaman sebab akibat secara logika maka dia akan menerimanya.

Semoga ulasan diatas bisa memberi manfaat buat kita semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *