Bijak Hadapi Tantrum Si Kecil

Apa Itu Tantrum?
Istilah sebenarnya dari Tantrum adalah Temper Tantrum, yakni sebuah keadaan di mana kondisi emosi tidak stabil yang membuat si kecil akan menangis, teriak-teriak bahkan berguling-guling.

Kapan Tantrum akan muncul ?
Temper Tantrum biasanya muncul pada anak usia 1 – 4 tahun, meski begitu bisa juga terjadi pada anak diatas usia tersebut. Biasanya tantrum terjadi pada anak aktif dan energi berlimpah dalam jangka waktu 15 – 0 menit. Namu jangan kuatir karena Tantrum merupakan bagian proses perkembangan fisik, kognetif dan emosi?
Normal tidak perilaku tantrum ?
Perilaku ini tergolong normal dan episode tantrum ini pasti berakhir. Namun jika keliru menyikapinya , prilaku tantrum bisa menetap pada si kecil. Dengan demikian, kita kehilangan kesempatan baik untuk mengajarkan anak cara berekasi terhadap emosi normal, seperti marah, kecewa, takut, jengkel dan sikap sejenisnya.
Berdasarkan usianya, bentuk ledakan kemarahan juga berbeda. Bentuk tantrum pada usia sebelumnya juga akan dibawa pada usia selanjutnya. Adapu bentuk tantrum yang sering terjadi adalah :
1. Sebelum usia 3 tahun, anak akan menangis, menggigit, memukul, menendang, menjerit atau memekik, benturkan
kepala, berguling-gulung dilantai dan melempar benda.
2. Usia 3 – 4 tahun, anak akan menghentakkan kaki, meninju/pukul, banting pintu, mengkritik dan merengek.
3. Usia diatas 4 tahun,anak akan berperilaku agresif seperti memukul atau menendang orang disekelilingnya dan
mengancam.
Bentuk tantrum diatas juga tidak selamanya sesuai dengan usia anak karena bisa juga dipengaruhi oleh kematangan anak dan lingkungan.

Hal yang penting adalah mencari penyebab mengapa anak bisa tantrum. Dengan begitu bisa kita gunakan untuk mencegah dan menghindari terjadinya tantrum kembali. Berikut 8 sebab tantrum yang sering terjadi pada anak :
1. Keinginan anak tidak terpenuhi
2. Belum mampu ungkapan perasaan
3. Lelah fisik : lapar / sakit
4. Gangguan bicara : gagap, belum lancar
5. Polah asuh salah : protektif, manja
6. Stres dan insecure (tidak nyaman)
7. Kurang perhatian dan kasih sayang
8. Tidak terpenuhi kebutuhan akan ruang dan waktu untuk bergerak dan bereksperesi seperti dilarang bermain, tidak
boleh menangis, tidak boleh mencoba kemampuannya.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan saat anak tantrum. Masing-masing orang tua pasti punya cara sendiri agar Ananda tidak tantrum lagi. yang paling penting adalah langkah yang diambil jangan sampai menjadi bumerang bagi ayah maupun bunda. karena akan menjadi senjaca bagi si kecil saat keinginannya tidak dipenuhi. Berikut langkah yang bisa diambil :
1. Tetap tenang
2. Tidak perlu malu, fenomena ini terjadi pada 9 dari 10 keluarga
3. Peluk erat, jika memungkinkan
4. Pindahkan ke tempat yang aman
5. Tidak buru-buru merespon dan ajak komunikasi anak
6. Tidak mentertawakan
7. Jangan menyerah
8. Edukasi verbal saat mulai reda. Biasanya terjadi 15 – 20 menit. Ajarkan bagaimana ekspresi yang tepat saat
ananda marah, kesal, kecewa.
9. Beri pujian saat si kecil mengaku kenapa tantrum.
10. Jelaskan kenapa kita memeluk erat dan tidak memenuhi permintaannya.

Nah….. Ayah dan Ibu, itu beberapa tips adar ananda tidak selalu tantrum dan bagaimana menghadapinya. Barangkali saat ini Ayah dan Bunda sudah mendapati ananda tidak tantrum lagi…. boleh bagi dan share untuk teman atau orang terdekat kita. semoga bermanfaat….
Nara sumber Nita Arianti,S.Psi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *